Lewat Single Terbaru “Renung”, Payung Teduh Ajak Masyarakat Maknai Situasi Pandemi

Berada di rumah tidak mengurung ide grup musik Payung Teduh untuk berkreasi loh Rekan Buana. Mereka kini baru saja merilis single berjudul ‘Renung’ yang liriknya ditulis oleh Cito sang drummer sebagai respon pada situasi pandemi virus korona.

Rekan Buana, ini dia filosofi lagunya, tujuan dari lagu ini pun tercermin pada liriknya, yang ingin mengajak masyarakat untuk kembali merenung, merefleksikan, dan memaknai apa yang tengah dialami di dunia saat ini. Mulai dari sulitnya menahan rasa rindu untuk kembali bersama teman dan keluarga, karantina yang menjauhkan setiap insan di dunia, dan masih banyak lagi tantangan lainnya.

Pada bagian terakhir Renung, tersemat lirik filosofis yang mencoba menilik pertanyaan, siapakah yang sebetulnya lebih berbahaya dari virus di dunia ini. “Tahukah engkau air tak lagi keruh. Tahukah engkau langit tak lagi abu. Tahukah engkau tanah tak lagi tersumbat. Ternyata kitalah virusnya.”

 

 

Lagu berdurasi 3:30 menit itu sengaja menciptakan aransemen musik yang sederhana agar makna serta pesan dari dalam liriknya bisa tersampaikan secara baik kepada Rekan Buana. Cito memadu suara dengan Marsya Ditia yang sebelum menjadi vokalis, menjabat sebagai manajer dari band tersebut juga.

Kini lagu bisa didengar di platform musik digital kesukaan Rekan Buana.

Berikut lirik lengkap dari lagu tersebut.

“Renung”

Menutup pintu ‘tuk segala kemungkinan
Terjebak bersama dalam kejauhan
Keramaian tak lagi menyenangkan
Menjadi boomerang untuk kehidupan
Kini ku lebih tau apa yang sebenarnya kubutuhkan

Corona menjawab semua kesombongan kita
Mengingatkan arti kebebasan
Memisahkan semua insan
Corona menjawab semua keacuhan kita
Mengingatkan arti kebebasan
Mengubah makna kebersamaan

Tutup pintu demi segala kebaikan
Terjebak dalam dinding yang teracuhkan
Kini kau punya waktu ‘tuk perhatikan
Kebersamaan yang tersita dunia

Kutahu yang kumau kuingin terjebak denganmu

Corona menjawab semua kesombongan kita
Mengingatkan arti kebebasan
Memisahkan semua insan
Corona menjawab semua keacuhan kita
Mengingatkan arti kebebasan
Mengubah makna kebersamaan

Tahukah engkau air tak lagi keruh
Tahukah engkau langit tak lagi abu
Tahukah engkau tanah tak lagi tersumbat

Ternyata kitalah virusnya

Source : Line Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *