Mager ? Penyakit? Apa Hubungannya?

Pernah Mager kah kalian Rekan Buana? pasti pernah lah yaa wkwkwk. Dan tau enggaksi si Males bergerak ini atau disebut juga dengan¬†istilah “mager” merupakan kebiasaan buruk yang harus dihindari lohh Rekan Buana. Dihindari? kenapasi emangnya?
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Lily S. Sulistyowati mengatakan, kebiasaan malas bergerak memicu berbagai penyakit tidak menular.
“Mager itu salah satu faktor risiko penyakit. Gaya hidup anak-anak sekarang asyik dengan gadget, laptop, enggak pikir aktivitas fisik. jadi yang aktivitas otaknya saja.” ¬†–Lily S. Sulistyowati

Akibat mager, jumlah kalori yang masuk ke tubuh dan yang keluar tidak seimbang. Lama kelamaan akan terjadi kenaikan berat badan yang bisa menjadi obesitas. Dalam jangka panjang, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes mengintai mereka yang malas bergerak.
Tau enggaksi menurut Global Health Risk: Mortality and Burden Deases Attributable to Selected Major Risk dari World Health Organization (WHO), kurang aktivitas fisik merupakan peringkat keempat penyebab kematian. Aishhh serem amirr yaaa ..

Selain kurang bergerak, ada lagi faktor risiko lain yang mengundang penyakit adalah kebiasaan merokok. Menurut Lily, banyak anak merokok pada usia semakin muda, sehingga datangnya penyakit pun jadi lebih cepat.

Usia muda bukan berarti terbebas dari penyakit tidak menular. Justru kebiasaan hidup sehat harus dimulai dari usia muda. Yuk makanya, jaga dan hindari penyakit sebelum penyakit tersebut menyerbu kitaa..

Tinggalkan Balasan